“Perang” antara Pemerintah Indonesia dan Temasek Holdings adalah perang yang lucu. Pemerintah Indonesia sendiri yang menjual Indosat kepada Temasek. Pemerintah Indonesia pula yang membuka peluang investor asing menanam modal di Indonesia, sehingga (salah satunya) Temasek menanam modalnya membangun Telkomsel. Dan kini, malah Pemerintah Indonesia yang memerangi Temasek lewat jalur hukum dengan tuduhan Temasek melakukan monopoli. Pembeli malah yang disalahkan. Seharusnya penjualnya dong yang disalahkan.
Dari awal pemerintah Indonesia sudah diprotes rakyatnya untuk tidak menjual Indosat kepada pihak asing. Sejak awal pula pemerintah Indonesia diperingatkan akan rugi jika menjual perusahaan-perusahaan semacam Indosat kepada pihak asing. Nah, baru sekarang akhirnya pemerintah merasa rugi. Tapi kok yang disalahkan malah pembelinya, bahkan sang pembeli dipaksa untuk mengembalikan barang yang dia sudah beli. Itu adalah praktek mafia. Pemerintah Indonesia kita ini adalah pemerintahan mafia?? Kalau begini cara pemerintah memperlakukan para investor asing, dijamin tidak akan ada investor asing yang mau menanam modalnya lagi di Indonesia.
Hei Pemerintah, nasi sudah jadi bubur, daripada kau sibuk mencari cara mengembalikan bubur menjadi nasi, mendingan energinya digunakan untuk membuat nasi baru yang lebih baik lagi. Jangalah menambah malu dengan memerangi investor asing yang kau ajak masuk ke negeri ini. Penjualan Indosat ke Temasek adalah kesalahan besar Pemerintah sejak awal, akui itu. Mau menang perang terhadap Temasek? Caranya adalah berantas habis korupsi - suatu sifat amoral, biadab - yang sudah mendarah daging di sebagian besar pejabat dan pegawaimu, termasuk juga rakyat Indonesia lain yang korup. Sekarang saatnya membangun bangsa ini dengan cara dan arah yang benar, bukan dengan jalan mafia.
Ngomong2in nasi, ini lagi laper ya bos? Casmadi yuk..
Beda sih boss, dulu dijualnya oleh Ibu Mega, sekarang diminta balik oleh SBY… dan memang seharusnya dulu BUMN yang se-strategis seperti Indosat, dll tidak boleh dijual dan dibiarkan dikontrol oleh orang asing…