Pemprov DKI Jakarta membangun Busway dengan tujuan agar kemacatan lalu lintas di Jakarta dapat di kurangi. Namun sejumlah pengamat mengatakan pembangunan Busway tersebut akan gagal mencapai tujuannya. Salah satu penyebab kegagalan tersebut adalah tidak adanya fasilitas tempat parkir yang aman dan murah di pangkal jalur Busway di pinggir Jakarta, sehingga para pemilik mobil tetap saja membawa mobilnya masuk ke Jakarta.
Namun saya pikir-pikir, sepertinya Busway tetap tidak mengurangi kemacatan di Jakarta seandainya pun fasilitas parkir yang aman dan murah tersebut dibangun. Penyebabnya tak lain adalah budaya/kebiasaan masyarakat Indonesia yang masih mementingkan kenyamanan sendiri. Ketika fasilitas parkir tersebut telah dibangun, maka pada awalnya kemacatan akan berkurang, dan kemudian ketika kemacatan tersebut telah berkurang, pemilik mobil akan berpikiran: “Sekarang Jakarta sudah tidak macat lagi, pakai mobil aja ke Jakarta”. Dan akhirnya kemcatan itu kembali terulang karena yang berpikir seperti itu banyak.
Solusinya, selain pembangunan fasilitas infrastrukturnya, pembangunan budaya masyarakat juga harus dilakukan.